Rabu, Maret 02, 2011

Kehidupan Orang Lain Tidak Lebih Baik

Entah kapan tepatnya saya mendengar kisah ini tapi yang pasti ini cerita saya dengar waktu saya masih SD. Ini mengisahkan tentang seseorang yang selalu melihat keadaan orang lain lebih baik dari sudut pandangnya sendiri. Mungkin kutipannya adalah "Rumput tetangga lebih hijau". Nah disini saya memiliki cerita mengenai Rumput tetangga yang "katanya" lebih hijau.. hehehe.. Silahkan disimak... :)

Jaman dahulu kala disebuah kerajaan yang sangat makmur hidup seorang pemuda yang sangat bersahabat baik dengan raja dari kerajaan tersebut. Sebutlah namannya Porki.

Porki yang sudah semenjak kecil bersahabat dengan raja selalu menghabiskan waktunya dengan sahabatnya itu dari mulai makan, bersenang-senang dan mengurusi kerajaan, dll. Porki begitu mendambakan dirinya menjadi seorang raja karena melihat sahabatnya sangat nyaman hidupnya.

Porki selalu berpikir jika dirinya bisa menjadi seorang raja pastilah akan sangat menyenangkan dan terhindar dari kesusahan hidup.

Porki selalu menyindir sahabatnya dengan berkata: "Wahh enak ya kamu adalah keturunan bangsawan dan bisa mewarisi tahkta ayahmu." Mendengar perkataan sahabatnya tersebut, raja berkata: "Maksudnya?" Porki menjelaskan jika dengan menjadi seorang raja sangat nyaman. Segalanya sudah disiapkan, segala kemewahan tersedia, semua orang menghormati, dan yang pasti tidak ada beban hidup yang berat.

Mendengar perkataan tersebut raja tadi hanya tersenyum. Hampir setiap harinya Porki menyindir raja dengan perkataan seperti itu. setiap kali di sindir sahabatnya raja hanya tersenyum dengan jawaban: "Kamu tidak tahu persis apa yang saya rasakan." Tapi bukannya berpikir Porki malah terus menerus menyindir raja tadi.

Karena terlalu sering disindir akhirnya raja tadi mengambil keputusan.

Raja: "Porki.. Begini saja, bagaimana jika kamu menggantikan aku selama dua minggu?"

Porki: "Benarkah!!!!???"

Raja: "Benar dan ini akan disahkan. Bagaiamana?"

Tentu saja Porki sangat senang mendengar perkataan sahabatya. Tetapi Porki masih kurang puas dengan keputusan raja.

"Jika hanya dua minggu sangat di sayangkan." pikir Porki. "Raja. Bagaimana jika dua minggu di ganti sampai satu bulan? Saya merasa terlalu sedikit waktu untuk menikamati segala kemewahan dan kenikamatan ini." tambah Porki.

"Apa kamu yakin? Saya takut kamu tidak sanggup." Jawab raja. Mendengar itu Porki tertawa geli. Bagaimana mungkin saya bisa tidak sanggup. Lhaa orang cuman santai-santai saja dan memerintah. "Saya sanggup! Saya tidak mungkin tidak sanggup menikmati kehidupan seorang raja." Jawab Porki.

Akhirnya hari perjanjian terjadi dan disaksikan oleh 5 orang menteri kerajaan. Setelah sah akhirnya Porki menjadi raja untuk satu bulan.

Diawal-awal hari kepemerintahnnya Porki sangat senang sekali. "Jika kehidupan seperti ini saya rasa satu bulan terlalu sedikit." Pikir Porki. Hampir setiap harinya Porki selalu bersenang-senang. Dia merasa ini lah sebuah kehidupan.

Menghadapi minggu ke-dua barulah ia sadar. Ternyata selama ini jika ia duduk, tidur atau pun melakukan apapun selalu ada pedang yang terikat oleh sehelai rambut yang diikat diatas kepalanya!!! Menyadaari hal ini Porki protes kepada sahabatnya. "Heii.. Bagaimana ini? Kenapa ada pedang di ikat oleh sehelai rambut diatas kepalaku? Ini sangat berbahaya!" Protes Porki. "Haa?? Apakah kamu baru menyadarinya, sahabatku?" Jawab raja. "Itu adalah pengingat bagi diriku. Bahwa betapa bahayanya kehidpuan ku." jelas raja. "Baiklah..baiklah.. Saya ingin pedang tersebut dicabut." Pinta Porki. "Tidak bisa. Pedang itu akan selalu ada." "Jika begitu saya ingin mengundurkan diri jadi raja" Pinta Porki.

Tetapi sayang sekali karena sudah sesuai dengan perjanjian diawal bahwa Porki bisa mengundurkan diri pada saat waktu satu bulan tiba. Dan saat ini masih menyisakan waktu 16 hari lagi. Alhasil sejak mengetahui adanya pedang tersebut kehidupan Porki berubah drastis. Dia hidup penuh dengan ketakutan dan kebimbangan. Tidak ada lagi kesenangan dan kenyamanan yang pernah dia dambakan.

Jadi sudah jelas sekarang jangan pernah memandang bahwa kehidupan seseorang lebih baik dari diri kita. Jika merasa kehidupan orang lain lebih baik sudah seharusnya kita berpikir dan bersyukur dengan apa yang kita miliki. Jangan lagi memandang rumpu tetangga lebih hijau tapi lihatlah rumput kita sendiri dan hijaukanlah.

0 Komentar

Posting Komentar

Selamat jadi komentator ya. Focus on topics. No Spam please.