Rabu, Desember 15, 2010

Boss Is Not A Leader

Antara boss dan pemimpin memiliki perbedaan yang sangat amat jauh. Jika boss sering lebih diartikan kepada orang yang mengacu kepada atasan, yang secara struktur memiliki kewenangan dan kontrol atas suatu unit pekerjaan atau sekelompok orang (bawahan) dalam perusahaan. Biasanya predikat bos dalam organisasi perusahaan terkait dengan struktur jabatan yang disandang seseorang.

Sedangkan seorang pemimpin adalah jika mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi atau mengarahkan perilaku orang lain. Kemampuan tersebut bisa saja karena ia mempunyai posisi atau jabatan di perusahaan, yang membuatnya memiliki kekuasaan atau kewenangan untuk mengatur bawahan. Namun, lebih dari itu seseorang disebut pemimpin sejati bila mampu mempengaruhi orang lain, karena karakter yang dimilikinya. Ia mempunyai pengetahuan, kebijaksanaan, karisma, keteladanan atau hal yang berpengaruh lainnya membuat orang lain secara sukarela menjadi pengikutnya.

Boss berkata: "Sana pergi dan kerjakan."
Pemimpin berkata: "Ayo kita pergi dan kerjakan."

Boss berkata: "Saya"
Pemimpin berkata: "Kita"

Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah.
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.

Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan.
Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.

Seorang boss menuntut rasa hormat.
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.

Alexander the Great adalah seorang pemimpin sejati. Ketika berperang Alexander sering sekali langsung memimpin pasukannya digaris depan. Maka dari itu ia sering sekali mengalami cidera ketika berperang.

Jika boss selalu tahu bagaimana menyalahkan bawahannya, tidak dengan pemimpin yang selalu tahu apa yang salah.

Setiap pemimpin bos. Tapi setiap bos bukan pemimpin. Ini mendefinisikan perbedaan antara seorang bos dan seorang pemimpin. Perbedaan terbesar antara seorang bos dan seorang pemimpin adalah satu. Bos dihormati dan dipatuhi karena senioritas nya. Seorang pemimpin dihormati dan mendongak sebagai contoh bukan hanya karena senioritas tetapi terutama karena kualitas karakter dan kemampuan.

Untuk menjadi seorang pemimpin, setiap bos harus menampilkan ciri-ciri seperti pengetahuan, perencanaan, antisipasi, tinjauan ke masa depan, tindakan, pendekatan berorientasi hasil, perspektif, menghormati setiap anggota tim, mendapatkan rasa hormat mereka, bertindak sebagai teman dan bertindak sebagai mentor. Jika Anda ingin menjadi seorang pemimpin yang baik Anda perlu kualitas ini. Hal ini berlaku tidak hanya bagi para pemimpin nasional tetapi bagi orang-orang di setiap posisi kepemimpinan dalam organisasi mana pun. Setelah seseorang mendapatkan rasa hormat dari anggota tim nya dia bukan hanya bos dan berubah menjadi pemimpin.

0 Komentar

Posting Komentar

Selamat jadi komentator ya. Focus on topics. No Spam please.